Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat, Lengkap dengan Doanya
Sholat Dhuha merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu zawal. Ibadah ini termasuk sholat sunnah yang dianjurkan dan dapat dilakukan sedikitnya dua rakaat.
Selain mengetahui waktu pelaksanaannya, umat Islam perlu memahami niat, urutan gerakan, serta bacaan yang digunakan. Sholat Dhuha dapat dikerjakan dua rakaat dengan satu kali salam, atau dilanjutkan menjadi empat rakaat dengan salam setiap dua rakaat.
Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha
Istilah dhuha merujuk pada waktu awal siang atau pagi. Dalam kajian fikih, waktu sholat Dhuha dimulai ketika matahari telah terbit setinggi satu tombak, yang disebut sekitar tujuh hasta atau 2,5 meter, hingga sebelum matahari tergelincir ke arah barat atau masuk waktu zawal.
Waktu tersebut memberikan kesempatan cukup panjang bagi umat Islam untuk mengerjakan sholat Dhuha. Adapun waktu yang dinilai lebih utama adalah ketika matahari sudah terasa panas, yang dalam perhitungan fikih diperkirakan mulai sekitar pukul 09.00.
Waktu utama tersebut berkaitan dengan hadis riwayat Muslim yang menjelaskan bahwa sholat kaum awwabin dilakukan ketika anak-anak unta mulai merasakan panasnya tanah akibat terik matahari.
Jumlah Rakaat Sholat Dhuha
Sholat Dhuha paling sedikit dikerjakan dua rakaat. Adapun batas maksimal yang disebutkan dalam rujukan fikih adalah 12 rakaat.
Pelaksanaannya dilakukan dua rakaat kemudian salam. Jika ingin mengerjakan empat rakaat, sholat dilakukan dalam dua kali pelaksanaan, masing-masing dua rakaat dan diakhiri salam.
Surat yang dianjurkan untuk dibaca setelah Al-Fatihah antara lain Asy-Syams, Ad-Dhuha, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Pilihan bacaan tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan.
Niat Sholat Dhuha 2 Rakaat
Niat sholat Dhuha dua rakaat dibaca dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Bagi yang ingin melafalkannya untuk membantu memantapkan niat, bacaannya adalah:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatad dhahâ rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat
Pelaksanaan sholat Dhuha dua rakaat pada dasarnya mengikuti tata cara sholat sunnah pada umumnya.
Rakaat Pertama
- Membaca niat sholat Dhuha.
- Melakukan takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca Surat Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surat atau ayat Al-Qur’an.
- Melakukan rukuk.
- Bangkit untuk i’tidal.
- Melakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Melakukan sujud kedua.
Rakaat Kedua
Setelah sujud kedua, berdiri untuk mengerjakan rakaat berikutnya.
- Membaca Surat Al-Fatihah.
- Membaca surat atau ayat Al-Qur’an.
- Melakukan rukuk.
- Melakukan i’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Membaca tahiyat akhir.
- Mengucapkan salam ke kanan dan kiri.
Dengan salam tersebut, sholat Dhuha dua rakaat selesai.
Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat
Bagi yang ingin mengerjakan sholat Dhuha empat rakaat, niat yang dapat digunakan adalah:
أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatadh Dhuhaa arba’aa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Dhuha empat rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah ta’ala.”
Namun, dalam pelaksanaannya sholat Dhuha empat rakaat dilakukan dua rakaat salam, kemudian dilanjutkan dua rakaat berikutnya.
Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat
Untuk melaksanakan empat rakaat, rangkaian pertama dilakukan seperti sholat Dhuha dua rakaat.
Pada rakaat pertama, lakukan takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.
Rakaat kedua dilanjutkan dengan Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, i’tidal, dua kali sujud, tahiyat akhir, kemudian salam.
Setelah salam, berdiri kembali untuk mengerjakan dua rakaat berikutnya. Rangkaian gerakannya sama, dimulai dengan niat, takbiratul ihram, Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, i’tidal, sujud, hingga salam setelah rakaat kedua.
Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah menyelesaikan sholat Dhuha, umat Islam dapat memanjatkan doa. Salah satu doa yang dikenal dalam pembahasan sholat Dhuha adalah sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَــالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allâhumma innad dlahâ’a dlahâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allâhuma in kâna rizqî fis samâ’i fa anzilhu, wa inkâna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkâna mu’siran fa yassirhu, wa in kâna harâman fa thahhirhu, wa inkâna ba’îdan fa qarribhu, bi haqqi dlahâ’ika wa bahâ’ika wa jamâlika wa quwwatika wa qudratika, âtinî mâ atayta ‘ibâdakas shâlihîn.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh Dhuha ini adalah Dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika tercampur dengan yang haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah. Dengan hak Dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”
Doa Kedua
اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِلُ
Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu.
Artinya: “Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.”
Doa Ketiga
Doa berikut dapat dibaca sebanyak 40 atau 100 kali:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Rabbighfir lî, warhamnî, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwâbur rahîm.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah aku. Terimalah tobatku. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.”
Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat Dhuha memiliki sejumlah keutamaan yang disebutkan dalam berbagai riwayat. Salah satunya adalah kedudukannya sebagai bentuk sedekah bagi anggota tubuh.
Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap tulang manusia memiliki kewajiban sedekah. Tasbih, tahmid, tahlil, takbir, mengajak kepada kebaikan, serta mencegah kemungkaran termasuk sedekah. Dua rakaat sholat Dhuha disebut mencukupi kewajiban tersebut.
Sholat Dhuha juga dikenal sebagai sholat kaum awwabin, yakni orang-orang yang kembali kepada Allah dengan bertobat. Hal ini disebutkan dalam riwayat dari Abu Hurairah yang diriwayatkan al-Hakim.
Selain itu, terdapat riwayat yang menjelaskan keutamaan berdasarkan jumlah rakaat. Dua rakaat disebut sebagai sholat yang menjauhkan seseorang dari golongan yang lalai, empat rakaat termasuk golongan yang berbuat baik, enam rakaat termasuk golongan yang taat, dan delapan rakaat termasuk golongan yang beruntung. Riwayat tersebut juga menyebut keutamaan hingga 12 rakaat.
Karena itu, sholat Dhuha dapat menjadi salah satu amalan sunnah yang dilakukan untuk mengisi waktu pagi dengan ibadah. Pelaksanaannya pun tidak harus selalu dalam jumlah rakaat yang banyak. Dua rakaat sudah menjadi batas minimal yang dapat dikerjakan.
Kesimpulan
Sholat Dhuha merupakan sholat sunnah yang waktunya dimulai setelah matahari terbit hingga sebelum zawal. Jumlah minimalnya dua rakaat, sedangkan batas maksimal yang disebutkan dalam rujukan fikih adalah 12 rakaat, dengan pelaksanaan dua rakaat kemudian salam.
Bagi yang ingin mengerjakan empat rakaat, sholat dilakukan dua rakaat salam dan dilanjutkan dua rakaat berikutnya. Setelah selesai, umat Islam dapat membaca doa dan memohon kepada Allah sesuai kebutuhannya.
Yang terpenting, sholat Dhuha dikerjakan dengan niat beribadah kepada Allah SWT dan mengikuti tata cara sholat sunnah yang benar.