Home Info Niat Sholat Jumat untuk Imam dan Makmum, Lengkap dengan Tata Cara serta Hukumnya
InfoPendidikan

Niat Sholat Jumat untuk Imam dan Makmum, Lengkap dengan Tata Cara serta Hukumnya

Share
Niat Sholat Jumat untuk Imam dan Makmum, Lengkap dengan Tata Cara serta Hukumnya
Niat Sholat Jumat untuk Imam dan Makmum, Lengkap dengan Tata Cara serta Hukumnya
Share

Niat Sholat Jumat untuk Imam dan Makmum, Lengkap dengan Tata Cara serta Hukumnya

Sholat Jumat merupakan ibadah wajib bagi laki-laki muslim yang telah baligh dan memenuhi syarat. Pelaksanaannya dilakukan secara berjamaah pada waktu Zuhur dengan dua rakaat serta didahului khutbah.

Bagi jamaah yang akan menunaikan sholat Jumat, mengetahui bacaan niat menjadi salah satu bagian penting sebelum mengikuti rangkaian ibadah. Bacaan niat untuk imam dan makmum memiliki perbedaan pada bagian yang menunjukkan posisi masing-masing dalam sholat.

Selain niat, terdapat sejumlah ketentuan yang perlu diperhatikan, mulai dari syarat pelaksanaan, khutbah, jumlah jamaah, hingga tata cara sholat Jumat dari awal sampai selesai.



Hukum Sholat Jumat

Kewajiban sholat Jumat bagi umat Islam antara lain berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Ayat tersebut menjadi salah satu dasar kewajiban menunaikan sholat Jumat bagi laki-laki muslim yang telah memenuhi ketentuan syariat.

Dalam sebuah hadis juga terdapat peringatan bagi orang yang meninggalkan sholat Jumat secara berulang karena meremehkannya.

من ترك ثلاث جمع تهاونا بها طبع الله على قلبه

Artinya: “Siapa pun yang meninggalkan sholat Jumat tiga kali karena meremehkannya, maka Allah ta’ala akan mengecap, menutup hatinya sehingga tak mampu menerima hidayah.” (HR. Ahmad dan al-Hakim).



Niat Sholat Jumat untuk Makmum

Jamaah yang mengikuti imam membaca niat sebagai makmum. Berikut lafaz niat sholat Jumat:

Arab:

أُصَلِّي فَرْضَ الْجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal jumu’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat sholat Jumat dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Dalam praktiknya, niat merupakan maksud dalam hati untuk melaksanakan ibadah. Lafaz yang dibaca dapat digunakan untuk membantu menghadirkan niat tersebut.

Niat Sholat Jumat untuk Imam

Sementara itu, orang yang memimpin sholat Jumat membaca niat sebagai imam.

Arab:

أُصَلِّي فَرْضَ الْجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal jumu’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an imaman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat sholat Jumat dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Perbedaan utama kedua niat tersebut terletak pada keterangan posisi dalam jamaah, yakni ma’muman untuk makmum dan imaman untuk imam.



Syarat Wajib Sholat Jumat

Tidak semua orang memiliki kewajiban yang sama untuk melaksanakan sholat Jumat. Secara umum, kewajiban tersebut berlaku bagi muslim laki-laki yang telah memenuhi sejumlah persyaratan.

Di antaranya:

  • Beragama Islam.
  • Berjenis kelamin laki-laki.
  • Sudah baligh.
  • Berakal sehat.
  • Merdeka.
  • Dalam kondisi sehat dan tidak memiliki uzur yang menghalangi.
  • Bermukim atau bukan dalam perjalanan sebagai musafir.
  • Pelaksanaan dilakukan secara berjamaah.
  • Memenuhi ketentuan jumlah jamaah sesuai pendapat fikih yang diikuti.
  • Didahului dengan khutbah.

Dalam ketentuan fikih yang digunakan pada sumber rujukan, sholat Jumat dilaksanakan dengan sedikitnya 40 laki-laki muslim yang mukallaf, merdeka, dan menetap. Ketentuan jumlah jamaah ini merupakan salah satu persoalan fikih yang memiliki perbedaan pendapat di antara ulama dan mazhab.



Syarat Pelaksanaan Sholat Jumat

Selain syarat bagi orang yang melaksanakan, terdapat pula ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan sholat Jumat.

Di antaranya adalah:

  • Dilaksanakan di wilayah permukiman atau tempat yang memenuhi ketentuan pelaksanaan Jumat.
  • Dikerjakan pada waktu Zuhur.
  • Dilaksanakan secara berjamaah sesuai ketentuan jumlah jamaah yang dianut.
  • Tidak mendahului atau dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Jumat lain dalam wilayah yang sama menurut ketentuan fikih yang berlaku.
  • Didahului dengan dua khutbah.

Dengan demikian, sholat Jumat tidak sekadar menggantikan sholat Zuhur dengan dua rakaat, tetapi memiliki rangkaian dan persyaratan tersendiri.



Tata Cara Sholat Jumat

Sholat Jumat terdiri atas dua rakaat dan dikerjakan secara berjamaah dengan imam. Rangkaian pelaksanaannya secara umum sebagai berikut:

  • Bersuci dan Berwudu
    Sebelum berangkat ke masjid, jamaah memastikan dirinya dalam keadaan suci dan berwudu. Mandi pada hari Jumat juga termasuk amalan yang dianjurkan. Jamaah dianjurkan mengenakan pakaian yang bersih serta menggunakan wewangian bagi laki-laki sebelum menuju masjid.
  • Berangkat ke Masjid dengan Tenan
    Ketika menuju masjid, jamaah dianjurkan tidak berlari atau tergesa-gesa meskipun telah mendengar seruan untuk melaksanakan sholat. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah:”Apabila sholat telah diiqamahkan, maka janganlah kamu mendatanginya dengan tergesa-gesa. Namun datangilah sholat dalam keadaan berjalan biasa penuh ketenangan. Lalu, berapa rakaat yang kamu dapatkan maka ikutilah, sedangkan rakaat yang ketinggalan maka sempurnakanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Mendengarkan Dua Khutbah
    Rangkaian sholat Jumat didahului dengan dua khutbah yang disampaikan oleh khatib. Jamaah sebaiknya memperhatikan khutbah dengan tenang dan tidak melakukan aktivitas yang mengganggu orang lain. Setelah rangkaian khutbah selesai, imam memimpin sholat Jumat.
  • Membaca Niat
    Setelah berdiri untuk melaksanakan sholat, jamaah menghadirkan niat sesuai kedudukannya sebagai imam atau makmum. Makmum berniat melaksanakan sholat Jumat sebagai makmum, sedangkan imam berniat sebagai imam.
  • Takbiratul Ihra
    Sholat dimulai dengan takbiratul ihram. Selanjutnya imam membaca Al-Fatihah dan surat dari Al-Qur’an dengan suara yang dikeraskan. Makmum mengikuti gerakan imam dan tidak mendahuluinya.
  • Menyelesaikan Rakaat Pertama
    Rangkaian rakaat pertama meliputi pembacaan Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an, rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua. Setelah itu, imam dan jamaah berdiri untuk memasuki rakaat kedua.
  • Menyelesaikan Rakaat Kedua
    Pada rakaat kedua, imam kembali membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Setelah sujud terakhir, jamaah duduk untuk membaca tahiyat akhir.
  • Salam
    Rangkaian sholat Jumat berakhir dengan salam. Setelah imam mengucapkan salam, jamaah mengikuti salam tersebut. Jamaah kemudian dapat melanjutkan dengan doa, zikir, dan amalan lain yang dianjurkan.




Amalan yang Dianjurkan Sebelum Sholat Jumat

Selain mempersiapkan niat dan memahami tata cara sholat, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan pada hari Jumat.

  • Mandi Sebelum Jumat
    Mandi pada hari Jumat merupakan salah satu amalan yang dianjurkan. Tujuannya antara lain menjaga kebersihan dan mempersiapkan diri sebelum berkumpul bersama jamaah di masjid.
  • Memotong Kuku dan Merapikan Diri
    Menjaga kebersihan diri juga dapat dilakukan dengan memotong kuku dan merapikan kumis. Hal tersebut termasuk bagian dari menjaga kebersihan sebelum melaksanakan ibadah Jumat.
  • Mengenakan Pakaian Bersih dan Wewangian
    Laki-laki dianjurkan mengenakan pakaian terbaik yang bersih serta menggunakan wewangian sebelum berangkat ke masjid.
  • Datang Lebih Awal
    Datang lebih awal ke masjid menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Jumat. Jamaah dapat menggunakan waktu tersebut untuk beribadah dan mempersiapkan diri sebelum khutbah dimulai.
  • Memperbanyak Doa dan Zikir
    Hari Jumat juga dapat diisi dengan memperbanyak doa dan zikir. Setelah sholat Jumat selesai, jamaah dapat melanjutkan ibadah sesuai kemampuan dan tuntunan yang diyakini.




Niat dan Tata Cara Perlu Dipahami Bersamaan

Niat sholat Jumat untuk imam dan makmum memiliki lafaz yang berbeda pada bagian yang menunjukkan posisi masing-masing. Imam menggunakan lafaz imaman, sedangkan makmum menggunakan ma’muman.

Sholat Jumat sendiri dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah pada waktu Zuhur dan didahului dua khutbah. Karena memiliki ketentuan khusus, jamaah sebaiknya memahami bukan hanya bacaan niat, tetapi juga syarat serta rangkaian pelaksanaannya.

Dengan memahami ketentuan tersebut, pelaksanaan sholat Jumat diharapkan dapat dilakukan dengan tertib dan sesuai tuntunan ibadah yang diikuti.

Share
Related Articles
BansosInfo

Cara Cek Penerima PIP Agustus 2026 Lewat HP, Siapkan NISN dan NIK

Update November 2026: Panduan ini telah diperbarui untuk tahun 2026 dengan informasi...

Panduan lengkap safesearch google chrome di HP & PC 2026. Pengertian, cara aktif & nonaktif, tips aman untuk anak, + solusi jika terkunci.
Info

Panduan Lengkap SafeSearch Google Chrome di HP & PC 2026

Update November 2026: Panduan ini telah diperbarui untuk tahun 2026 dengan informasi...

Info

Link DANA Kaget Hari Ini, Segera Klaim Saldo Gratis

Update November 2026: Panduan ini telah diperbarui untuk tahun 2026 dengan informasi...

Info

Perpanjangan SIM Online dari Rumah Melalui Aplikasi Digital Korlantas Polri

Update November 2026: Panduan ini telah diperbarui untuk tahun 2026 dengan informasi...